This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 24 Desember 2008
GINSI Minta NSW Jangkau Semua Importir
Saat ini kebijakan yang melibatkan banyak departemen dan lembaga pemerintah nondepartemen itu hanya dilakukan terbatas pada sekitar 143 importir.
“Sekarang NSW masih terbatas, padahal seharusnya mencakup semua importir yang telah mencapai ribuan orang,” kata Ketua Umum GINSI Amirudin Saud di Jakarta, Rabu (10/9), ketika dimintai komentarnya tentang penerapan NSW.
Pada masa lalu, jika seorang importir ingin mendatangkan barang dari luar negeri , harus mendatangi berbagai instansi mulai dari Departemen Keuangan terutama Ditjen Bea Cukai, Departemen Perdagangan hingga Badan POM, jika ingin mengimpor makanan dan minuman.
Akibatnya, importir harus menyediakan waktu yang banyak serta mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Namun, dengan menerapkan sistem NSW proses itu bisa dilakukan melalui pelayanan satu atap sehingga importir tidak usah bolak balik dan bisa menghemat uang serta waktu.
Amirudin mengatakan, sekarang NSW praktis baru diterapkan di Jakarta dengan jumlah importir yang terbatas serta jumlah produk yang terbatas pula.
Sampai sekarang , NSW umumnya baru diterapkan pada importir produsen skala besar seperti perusahaan di bawah kelompok Astra International serta Gobel. Perusahaan itu dianggap tidak akan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan pemerintah.
Barang impor pada umumnya dikelompokkan pada dua jenis, yaitu yang masuk jalur hijau sehingga tidak usah diperiksa lagi secara fisik karena dianggap bisa dipercaya proses impornya, serta barang impor yang masuk jalur merah sehingga harus diperiksa tidak hanya dokumen impornya tapi juga barangnya secara fisik di pelabuhan kedatangan .
Amirudin menyebutkan jenis barang pun yang masuk dalam sistem NSW masih terbatas untuk diperiksa misalnya gula, beras, mesin foto kopi serta keramik. (Ant/OL-01)
Media Indonesia
Rabu, 10 September 2008 11:55 WIB
GPEI (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia)
HISTORY
Berdiri pada tanggal 21 Pebruari 1961 (SK Menteri Perdagangan RI No. 784/M) dengan nama GPEIS (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Sementara), selanjutnya pada tanggal 29 Nopember 1966 (SK Menteri Perdagangan No. 167/SK/XI/66) menjadi GPEI (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia).
Established since February 21st 1961 (Letter of Decision of Republic Indonesia's Trade Minister No. 784/M) named GPEIS (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Sementara / Temporary Indonesian Exporters Association), then on November 29th 1966 (Letter of Decision of Trade Minister No. 167/SK/XI/66) named GPEI (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia / Indonesian Exporters Association).
TUJUAN
OBJECTIVES
- Mengembangkan perdagangan ekspor
- Menggiatkan usaha industri
- Optimalisasi Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Manusia
- Meningkatkan pendapatan devisa ekspor non migas
- Developing export trade
- Activate industry bussiness
- Optimaze Natural Resources and Human Resources
- Increasing foreign exchange from exports of non oil and gas
KEANGGOTAN
MEMBERSHIP
- Badan Hukum
- Perusahaan Ekspor
- Pedagang Perantara Ekspor
- Usaha Kecil dan Menengah serta Koperasi
- Legal Bussiness
- Exporters
- Export Traders / Brookers
- Small and Medium Enterprises and Cooperation
VISI DAN MISI
VISIONS SND MISSIONS
- Meningkatkan Sumberdaya Anggota
- Mengembangkan jaringan pemasaran
- Meningkatkan daya saing dipasar global
- Meningkatkan nilai tambah produk ekspor
- Developing Human Resources of Member
- Developing marketing network
- Developing competitiveness in global market
- Increasing added value of export products
PROGRAM
PROGRAMS
- Pelatihan para Anggota
- Lokakarya & Seminar
- Study Banding
- Promosi
- Penelitian dan Pengembangan
- Workshop and Seminar
- Comparative study
- Promotion
- Research and development
Suku Bunga Turun, Bisa Jadi Stimulus Penggerak Ekonomi
Di tengah krisis finansial, bank sentral dunia mulai menurunkan suku bunganya. Tindakan penurunan suku bunga itu diharapkan bisa menjadi stimulus penggerak ekonomi mengingat roda perekonomian dunia saat ini sedang mengalami resesi.
Seperti yang dilansir situs www.pbc.gov.cn , bank sentral China bakal mengurangi suku bunga yang kelima kalinya sejak September tahun ini. Suku bunga bank sentral China (pinjaman) turun dari semula 5,58 persen menjadi 5,31 persen. Penurunan tingkat suku bunga itu mulai berlaku Selasa (23/12), kemarin.
Selain China, bank sentral Jepang juga menurunkan tingkat suku bunga perbankan hingga 0,1 persen pekan lalu. Penurunan suku bunga tersebut, dilakukan karena Jepang saat ini sedang kelimpungan karena terkena imbas menurunnya produksi industri otomotifnya (Toyota). Sehingga, untuk pertama kalinya perusahaan otomotif raksasa itu tengah mengalami krisis akibat merosotnya permintaan pasar.
Disamping bank sentral di Asia, beberapa bank sentralnya lainnya di Uni Eropa juga menurunkan tingkat suku bunganya. Bank sentral di Inggris misalnya, guna menggairahkan ekonomi negaranya. “Penurunan ini berdampak pada roda perekonomian mengingat saat reses ekonomi tentunya butuh instrumen untuk mendorong roda perekonomian,” ujar Gieve pada kantor Berita Inggris, BBC.
Di negara Rusia, bank sentral setempat juga melakukan hal yang sama. Langkah ini diambil karena selama 10 tahun terakhir ini, resesi ekonomi yang terjadi menjadi momok bagi pelaku usaha karena krisis ini merupakan yang terburuk bagi ekonomi Rusia. “Tindakan semua bank sentral yang menurunkan suku bunga perbankannya tidak lain merupakan imbas mengatasi krisis finansial,” kata Gubernur Bank Sentral Jepang, Masaaki Shirakawa.
Menanggapi turunnya suku bunga bank sentral dunia. Dikatakan Ketua Kadin Jatim Erlangga Satriagung, saat yang tepat guna menggairahkan perekonomian. Pasalnya, saat krisis terjadi pelaku usaha utamanya Jatim wait and see melakukan transaksi perdagangan (ekspor-impor). “Ini merupakan stimulus yang tepat di saat adanya resesi ekonomi,” katanya.
Seperti yang pernah diberitakan, beberapa bank sentral melakukan perubahan tingkat suku bunganya. Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menurunkan suku bunga dari 1,0 persen menjadi 0,25 persen. Bank sentral Eropa juga menurunkan suku bunga dari 3,25 persen menjadi 2,50 persen. Bank sentral Jepang (Bank of Jepang) dari 0,5 persen menjadi 0,3 persen. Bank sentral Arab Saudi dari 3,0 persen menjadi 2,5 persen. Sedangkan Bank Indonesia (BI) yang semula suku bunga perbankannya 9,50 persen menjadi 9,25 persen.
GAFEKSI
GAFEKSI (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi INDONESIA) atau INFA (Indonesian Forwarders Association) adalah Suatu Organisasi bagi para pelaku usaha dibidang Forwarding, Ekspedisi Muatan Kapal Laut dan Udara (EMKL & EMKU) Struktur Organisasinya berada di tingkat pusat disebut Dewan Pengurus Pusat, di Tingkat Wilayah (Daerah Tingkai I/Propinsi) disebut Dewan Pengurus Wilayah, di Tingkat Cabang (Daerah Tingkat II / Kabupaten / Kotamadya) disebut Dewan pengurus Cabang serta pada daerahtertentu atau sentra sentra kegiatan perhubungan, perdagangan dan Industri disebut perwakilan Khusus GAFEKSI/INFA. Sebagai Organisasi Profesi, GAFEKSI/INFA tujuan Usaha, peran dan fungsinya lebih mengedepankan pada upaya - upaya :
- Menghimpun, membina dan mengembangkan usaha para anggotanya untukdapat lebih berperan serta didalam meningkatkan kesejahteraan bangsa dannegara Indonesia
- Melindungi kepentingan anggota dan mencegah timbulnya persaingan yang tidak sehat dalam dunia usaha jasa transportasi
- Melindungi kepentingan industri jasa transportasi dengan menjunjung tinggi etika dan profesionalisme/kepiawaian para anggota dalam mengantisipasi perkembangan yang akan terjadi baik secara Nasional maupun Internatsional.
- Meningkatkan serta pengetahuan para anggota dalam bidang jasa transportasi sejalan dengan kemajuan teknologi berbagai bidang
- Menyebar luaskan fungsi dan peranan jasa transportasi dan ekspedisi sebagai sarana ekonomi dalam mewujudkan sistem pengelolaan pengiriman dan pengaturan barang dengan cepat , selamat dan hemat, dalam arti seluas luasnya.
- Membantu para anggota untuk mengembangkan serta mening katkan daya guna usahanya, dengan menyempurnakan tata laksana , Organisasi dan administrasi dalam rangka modernisasi usaha jasa transportasi melalui Darat, Laut, dan Udara maupun secara terpadu.
Sebagai wujud dari usaha menyebar luaskan fungsi dan peran jasa transportasi dan ekspedisi sebagai sarana ekonomi dalam mewujudkan sistem pengelolaan pengiriman dan pengaturan barang dengan selamat, cepat dan hemat, dalam arti seluas luasnya, maka sangatlah tepat DPW GAFEKSI/INFA Propinsi Jawa Timur mengkomunikasikan secara Global eksistensi perusahaan anggotanya bersama sama pelaku usaha kepelabuhanan lainnya melalui : www.gafeksi.or.id "Web Site"
Sumber: GAFEKSI
MODUL APLIKASI PIB (UP DATE PERIJINAN)
- Download file update kode perijinan. Klik di sini
- Setelah di download simpan di komputer Anda kemudian ekstrak file zip tersebut
- Dari hasil ekstrak file akan ada file ber ekstensi .exe
- Jalankan file exe tersebut, pilih lokasi folder Modul PIB Anda dan ikuti langkah-langkah selanjutnya
Sumber : Tim Persiapan NSW
Penting : Cara Pengisian Nomor Dokumen Karantina Hewanm Ikan dan Tumbuhan serta BPOM di Modul PIB
- Karantina Hewan / Tumbuhan
- Hilangkan karakter 2 digit awal
- Hilangkan format garis miring (kalau ada)
- Contoh:
- M/I/120400/20070726/007756 => 26 digit, maka ditulis I15.0VIII2007000999 => 19 digit
- M/I/120400/20070726/007756 => 26 digit, maka ditulis I15.0VIII2007000999 => 19 digit
- Karantina Ikan
- Hilangkan kode dokumen
- Hilangkan format garis miring (kalau ada)
- Contoh:
- Sertifikat Pelepasan (KID3) = I/KI-D3/15.0/VIII/2007/000999 => 29 digit maka ditulis = I15.0VIII2007000999 => 19 digit
- Surat Keterangan Masuk Instalasi Karantina = I/KI-470/P1/15.0/VIII/2007/001100 => 33 digit maka ditulis = I15.0VIII2007001100 => 19 digit
- Badan pengawas obat dan makanan
- Hilangkan karakter PO
- Contoh :
- Surat keterangan impor PO.03.05.433.000023 ditulis 03.05.433.000023
- PO.03.02.88.885.000001 ditulis 03.02.88.885.000001










